“Memilih atau tidak?” Setidaknya ini lah salah satu pertanyaan yang sering muncul menjelang pelaksanaan pemilu di republik kita tercinta manakala para aktor politik seolah kurang memberikan harapan besar bagi perbaikan nasib bangsa. “Itu lumrah bagi bangsa yang tengah memulai demokrasi dan sebaliknya, kenyataan ini adalah suatu kemajuan besar bagi Indonesia yang baru mengenyam demokrasi seumur jagung”, demikian kutipan pernyataan optimis dari Prof. François Raillon ketika berbicara dihadapan kurang lebih 50 orang peserta forum diskusi yang diselenggarakan oleh PPI Perancis pada hari sabtu tanggal 4 april 2009, bertempat di KBRI, Paris.
“Café Démocratie”, demikianlah nama acara ini. Dikemas dalam konsep diskusi ringan bernuasa kedai kopi, acara ini cukup berhasil menarik para peserta. Turut hadir pula dalam kesempatan ini, Ketua PPI Perancis yang sekaligus menjadi moderator acara, Endra Saleh Atmawidjaja, sedikit banyak beliau cukup berhasil mengarahkan diskusi menjadi lebih tajam dan efektif. Dibuka dan diselingi penampilan musik klasik yang sangat mengagumkan dari teman-teman PPI Paris, terdiri dari Nana, Bimo, Lila, dan Anami, dan ditambah pula dengan canda gurau dua pembawa acara, Wakil Ketua PPI Perancis, Adhitya didampingi Nana, menambah suansa "café" menjadi hidup dan bergairah. Harapan besar, suasana seperti ini akan mewarnai Pemilu 2009.
Meskipun diskusi disajikan dalam suasana yang santai, tidaklah itu mengurangi kualitas dan makna acara ini. “Demokrasi Indonesia : Ujian ke-3 ”, inilah tema yang dibawakan oleh Prof. François Raillon. Setidaknya beliau mengungkapkan 4 hal penting terkait pemilu : hakikat pemilu, kendala dan tantangan, “golput”, serta skenario dan prospek demokrasi Indonesia. Mengacu pada sejarah kehidupan demokrasi Indonesia, beliau menilai bahwa Indonesia mengalami suatu kemajuan besar dalam dunia demokrasi. “Setelah demokrasi India dan Amerika Serikat, Indonesia memiliki karakter demokrasi yang unik karena dibangun dari nilai-nilai kemajemukan”, ujar beliau. Demikian beliau menambahkan pula bahwa atas itu lah dunia kagum akan demokrasi Indonesia. “Meskipun masih banyak kekurangan, hal ini memang wajar bagi Indonesia yang sedang berjalan menuju kepada kematangan demokrasi”, tambah beliau. Dalam kesempatan ini pula, Prof. François Raillon menyampaikan satu konsep demokrasi yang mungkin akan sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia, yaitu “Demokrasi Pancasila yang Disempurnakan”, sayangnya konsep tersebut tidak sempat terelaborasi lebih jauh mengingkat keterbatasan waktu.
Dalam kesempatan ini pula, hadir dua orang pembahas yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam memperkaya pemahaman akan demokrasi. Beliau adalah Suryo AB dan Mahmud Syaltut. Dalam kesempatan tersebut, Suryo AB memberikan beberapa pandangan positif optimistisnya terkait hak pilih dalam pemilu. Beliau mengajak semua dapat memberikan hak pilihnya karena itu sangat penting, ujar beliau, untuk meminimalisasi kecurangan-kecurangan pemilu. Sedikit berbeda, Mahmud Syaltut pada kesempatan yang sama, melalui ilustrasi dalam bentuk beberapa potongan film yang merefkesikan ketidakjujuran partai, sedikit memberikan pandangan negatif terhadap pemilu 2009. Namun tentunya semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah agar kita lebih hati-hati dalam memilih, dengan kata lain jangan sampai kita salah pilih caleg ataupun partai.
Pada akhir diskusi Prof. François Raillon pun berpendapat, khususnya terkait dengan “golput”, bahwa itu semua adalah resiko demokrasi yang harus ditanggung oleh bangsa Indonesia. Demikian tambah beliau, bahwa yang tengah terjadi di Indonesia adalah sesuatu yang masih dalam batas-batas kewajaran dalam proses demokrasi. Setelah menyampaikan sedikit kesimpulan, yang pada intinya menekankan arti pentingan pemberian hak suara dalam pemilu dan ajakan kepada semua WNI di Perancis untuk memberikan haknya, acara pun ditutup oleh moderator, dan diakhiri dengan penampilan beberapa lantunan musik klasik yang dibawakan oleh teman-teman PPI Paris. Seiring berakhirnya acara, tentunya semangat untuk memberikan hak pilihpun harus tetap dijaga. Semua itu tentunya tak lain dan tak bukan adalah untuk kebaikan bangsa Indonesia di masa mendatang. “Sukseskan Pemilu 2009 dengan memberikan suara anda untuk pilihan caleg dan partai yang tepat!”